Pengertian Routing

pengertian routing

Pengertian Routing – Perkembangan era digital yang sudah sangat maju ini memberikan banyak sekali kemudahan untuk kita. Mulai dari berkomunikasi jarak jauh sampai bisa saling bertukar informasi yang ada di dunia maya.

Lalu apa anda pernah terfikirkan bagaimana bisa kita berkomunikasi dalam jangkauan yang sangat jarak jauh. Nah disinilah saya akan menerangkan bagaimana caranya kita bisa berkomunikasi.

Sebelum masuk ke materi sebaiknya anda membaca terlebih dahulu artikel tentang Jaringan Komputer yang sudah saya ulas lengkap, agar nantinya anda tidak bingung.

Dari jaringan komputer itu sendiri, bisa terhubung karena ada nya routing. Lalu apa itu routing dan bagai mana cara bekerjanya. silahkan anda simak baik-baik.

Pengertian Routing

pengertian routing
pixabay.com

Routing adalah sebuah metode yang paling umum digunakan oleh para penyedia jasa layanan internet untuk bisa menghubungkan beberapa maupun banyak device. Dimana routing ini akan mengirimkan paket data ataupun informasi dari seluruh user yang terhubung dan mengirimkannya ke device lain.

Intinya routing ini adalah sebuah perintah atau protokol yang sudah disepakati bersama dari seluruh device merek router yang ada didunia, Untuk menghubungkan jaringan satu ke jaringan lainnya.

Fungsi dan Cara Kerja Routing

Sama seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, fungsi dari routing ini adalah menghubungkan suatu jaringan ke jaringan lainnya yang lebih besar dan luas.

Contoh, di tempat anda memiliki jaringan lokal yang ber-alamat ip 192.168.1.1, lalu anda ingin agar jaringan anda ini bisa terhubung dengan internet yang beralamatkan ip 8.8.8.8. Nah dari sini lah routing difungsikan, jaringan anda akan bisa terhubung dengan jaringan publik yang serba terbuka (internet).

Baca Juga: Komunikasi Daring

Gimana sudah faham ? lanjut ke materi berikutnya.

Jenis-jenis Routing

jenis routing
pexels.com

Jenis routing ini terbagi menjadi tiga bagian, yang pertama default routing, lalu yang kedua routing statik (static) dan yang ketiga routing dinamis (dynamic). Nah, dari jenis routing dinamis terbagi lagi menjadi dua bagian yaitu link-state dan distance vector.

Untuk penjelasan lebih detailnya anda bisa menyimak pembahasan dibawah ini :

1. Pengertian Default Routing

Default Routing adalah salah satu cara yang paling mudah (manual) dalam melakukan routing tanpa menambahkan identitas jaringan yang belih spesifik. Jadi fungsi default routing ini, sebagai akses jaringan keseluruhan.

Untuk konfigurasi default routing ini cukup simple, karenan tadi yang sudah saya bilang ia tidak perlu identitas ip yang spesifik. Contoh default route pada router cisco :

Cisco(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.1.1

Penjelasan :

  • konfigurasi ip route adalah perintah yang digunakan untuk mengeksekusi routing.
  • Angka 0.0.0.0 pada urutan pertama adalah keseruluhan ip yang akan dituju, artinya semua ip yang akan dituju.
  • Angka 0.0.0.0 pada urutan kedua adalah keseluruhan subnetmask yang ada akan di masukkan semua kedalam table routing.
  • Dan untuk angka dari 192.168.1.1 adalah jalur dari ip yang akan dilewatkan atau biasa diartikan dengan sebutan gateway.

Baca Juga: Pengertian IP Address

2. Pengertian Routing Statik (Static)

routing statik
pixabay.com

Routing Statik adalah salah satu jenis routing manual, dimana hampir sama seperti default routing akan tetapi ia memiliki tujuan ip yang jelas. Tidak seperti default routing yang langsung mencangkup keseluruhan ip address.

Routing statik ini biasa digunakan untuk jaringan lokal, karena memang cara mengkonfigurasinya yang cukup memakan waktu. Dimana kita harus menyetting setiap router yang ada dan saling membalas routing.

Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari routing statik, Kelebihan dari routing statik :

  1. Tidak membutuhkan waktu dalam pemrosesan routing saat dikirimkan ke router lawan.
  2. Tidak membebankan bandwidth pada router, sehingga kinerja router tidak terganggu dengan routing yang sedang dijalankan.
  3. Memudahkan kita dalam pemetaan jaringan dan memberikan keamamanan yang lebih. Karena tadi routing statik ini dibuat dengan manual yang mana kita bisa menyesuaikan siapa saja yang akan kita hubungkan.

Kekurangan dari statik routing :

  1. Routing statik ini memerlukan tingkat perhatian lebih dalam penyetingan. Karena itulah administrator harus sudah memiliki rancangan ataupun topologi yang jelas sebelum penyetinggan.
  2. Jika ada user baru ataupun device yang baru, maka memerlukan settingan tambahan secara manual kembali. Tentunya ini juga akan memakan waktu yang sangat lama kembali, karena harus menambahkan settingan di setiap router yang ada.
  3. Seperti yang tadi saya bilang routing statik ini memerlukan perhatian lebih. Maka dari itu routing ini sangat tidak cocok untuk jaringan berskala besar.

3. Pengertian Routing Dinamis (Dynamic)

routing dinamis
pixabay.com

Routing dinamis adalah sebuah routing protocol yang paling sering digunakan para penyedia jasa layanan internet (provider). Karena memang routing ini bekerja untuk bisa menemukan seluruh network yg ada dalam subnet tersebut.

Juga routing ini akan selalu melakukan update network pada routing table, sehingga ketika ada trouble ataupun jaringan yang terputus bisa dideteksi langsung, tanpa harus mencarinya satu-persatu.

Perlu anda ketahui juga pada pengelompokkan routing dinamis ini terbagi menjadi dua jenis, yang pertama IGP (Interior Gateway Protocols) dan yang kedua EGP (Exterior Gateway Protocol), Untuk penjelasan lengkapnya di bawah ini.

1. IGP (Interior Gateway Protocol)

IGP adalah sebuah aturan ataupun pengolompokkan routing yang terbagi dalam sebuah autonomous system (AS). Atau bisa dibilang IGP adalah sekumpulan host jaringan yang ada pada AS.

Nah dari IGP ini terciptalah sebuah routing protocol, yang terbagi menjadi dua lagi, yaitu Distance Vector dan Link State. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Distance Vector

Distance Vector adalah sebuah aturan dalam pemilihan jalur yang terbaik ke network tujuan dengan menilai jangkauan hop yang dituju. Dimana aturan ini akan memilih jalur yang paling terdekat dengan penilaian jalur yang terbaik.

Salah satu routing yang memakai aturan atau protokol routing distance vector adalah RIP, IGRP, EIGRP dan BGP.

Link State adalah sebuah protocol yang bekerja sesuai dengan nama ini sial nya yaitu shortest path first, dimana link state ini bekerja pada routing table. Jadi setiap router akan membuat beberapa table yang terpisah.

Lalu dari table tersebut akan menyalin dan mengupdate seluruh perubahan yang ada pada network yang terhubung pada router tersebut. Lalu dari routing table tersebut akan dikirimkan ke router lainnya sehingga menciptakan sebuah jaringan yang baik dan selalu up to date.

Salah satu contoh dari routing yang menjalankan protokol link state adalah routing OSPF.

2. EGP (Exterior Gateway Protocol)

EGP adalah pengelompokkan routing lanjutan dari IGP, seperti yang sudah saya sebutkan tadi IGP ini hanya mencangkup dalam kesatuan AS (Autonomous System) saja. Sedangkan EGP ini berjalan dalam luar AS, atau bisa diartikan EGP ini di tugaskan untuk bisa menghubungkan beberapa AS.

Semisal ada AS1 dan AS2, nah cara untuk menghubungkan kedua AS ini adalah dengan menggunakan jenis routing yang ada pada EGP.

Salah satu jenis routing yang menganut EGP adalah routing BGP (Border Gateway Protocol).

Mungkin cukup sekian dulu pembahasan pengertian routing kala ini. Insya Allah akan dilanjutkan penjelasan routing lebih detailnya lagi seperti routing RIP, EIGRP, OSPF dan BGP pada artikel lain.

Jangan lupa jika artikel ini bermanfaat, maka sebarkanlah ke teman anda. Sekian terima kasih telah mengunjungi web kami.